Thursday, August 31, 2017

Tentang Kehilangan, Tentang Kenangan

Ada sepotong hati yang hilang 
ketika kau pergi
Ada setumpuk rindu yang membeku
Ketika kau berlalu
Menyisakan ruang kosong
bernama kenangan
Yang semakin lama semakin pudar 
Hilang bersama hembus angin
yang membawa pergi dirimu dan namamu
Jakarta, 31 Agustus 2017
IG : @trianamartasari

Wednesday, August 30, 2017

Apa Kabar Luka?

Ternyata perih itu masih ada.
Aku berpikir jika luka itu telah kering, tapi ternyata aku salah.
Luka itu masih basah dan terasa perih.
Lebih dari seribu jam telah aku lewati tanpamu, tak mendengar suaramu atau canda tawamu.
Kukira aku sudah baik - baik saja, ternyata tidak.
Mendengar kabar tentangmu membuatku sakit, tak mendengarpun membuatku kalut.
Tuhan, akan kubawa kemana perasaan ini.
Nyatanya hati ini masih mencintainya dengan begitu dalam.
Meskipun cinta ini berujung luka tapi kenyataan yang ada tak bisa aku pungkiri.
Cintaku padamu masih sangat besar seperti dulu.
Mungkin benar apa kata orang.
Ketika mencintai telah membuat kita buta, bahkan perihnya luka pun akan terasa nikmat.
Hari ini, aku mendengar kabar kau akan menikah dengannya.
Aku tersenyum mendengar kabar itu.
Seolah biasa saja, ikut bahagia.
Tapi mereka tidak tahu.
Di sini, di jantung ini ada luka yang berdarah dan menganga lebar.
Aku menahan air mataku agar tak jatuh.
Karena aku telah berjanji untuk bahagia setelah melepaskanmu.
Memang, aku telah melepaskanmu ke pelukannya.
Tapi hatiku belum merelakannya.
Aku masih terbelenggu oleh kenangan dan masa lalu.
Waktu yang kita lewati bersama dulu memang hanya sebentar.
Bagimu, aku mungkin hanyalah persinggahan sementara pelepas dahaga.
Bukan tempatmu berlabuh.
Tapi tidak begitu bagiku.
Aku pernah menaruh harapan akan cintamu.
Salah memang, tapi hati ini tak mau mendengar seruan pikiranku.
Dia berjalan sendiri dan akhirnya jatuh ke lubang yang gelap.
Aku kira aku sudah berhasil keluar dari lubang itu.
Ternyata aku malah jatuh semakin dalam terhisap oleh pusaran perasaan yang tak pernah hilang.
Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan?
Haruskah aku memohon untuk cintamu agar kembali padaku.
Ataukah aku harus merelakan kepergianmu sesulit apapun itu.
Tolong bantu aku.
Aku sudah menemukan jawabannya.
Tapi terasa sulit bagiku untuk menerimanya.
Hati ini terus tersayat dan kembali terluka.

By : L.A.
Jakarta, 30 Agustus 2017
Teruntuk dirimu yang telah mencapkan cinta begitu dalam di hatiku.
IG : @trianamartasari

Tuesday, August 22, 2017

Rindu Itu Masih Ada

Telah kubuang jauh bayangmu setelah kau memilih untuk tak lagi bersamaku.
Aku menguatkan hati untuk terus melangkah meski kau tak lagi menemani.
Malam yang aku terbiasa denganmu kini aku lalui tanpa dirimu.
Pagiku menyapa tanpa lembut suaramu.

Kamu telah pergi, meninggalkan semua luka dan impian tentang cinta.
Di sini aku berdiri terpaku sendiri dan merana.
Berharap bahwa candamu yang dulu masih ada.
Menggenggam erat semua rindu dan harapan yang dulu pernah terajut indah.

Aku mencintaimu, tanpa cela dalam sadar dan tidakku.
Mengaharapmu dan terus memimpikanmu.
Air mata ini terus mengalir hingga aku tak tahu sudah berapa banyak telaga yang tercipta.
Hari demi hari berlalu tapi rasa ini masih utuh.

Inginku berkata baik - baik saja, namun itu dusta.
Meski telah kutemukan pengganti namun hati ini masih sama.
Hati ini masih berteriak memanggilmu yang telah lama pergi.
Merutuk diri karena rindu ini masih ada.

Jakarta, 22 Agustus 2017
By : L.A.
Ig : @trianamartasari

Tentang Mencintai dan Memiliki

Mencintaimu adalah pilihan hatiku
Dan memilikimu adalah hal yang paling aku damba
Dua hal yang berbeda tapi sama - sama mengusikku
Ketika aku jatuh cinta tentu saja hal yang paling aku inginkan adalah
kau mencintaiku
Kemudian memilikimu adalah hal yang lain
Egois
Memang, cintaku egois
Aku bukan orang dengan hati emas yang ikut bahagia melihat kau bahagia
Nyatanya aku sakit melihat kau bersama orang lain
Meskipun cintaku tidak menawarkan keabadian tapi
cintaku bisa menawarkan kesetiaan
Lalu kamu memilih keabadian dan mencampakkan kesetiaan
Ada banyak hal yang ingin aku perjuangan meskipun kau telah memilih
Aku tidak menyerah kalah
Tapi hati dan tubuh ini lelah
Lelah menunggumu, lelah memperjuangkan cinta yang tak mungkin kumiliki
Aku terlalu sakit berada di posisi ketiga,
bertahan atas nama persahabatan
Dengan berat aku putuskan untuk mundur
Bukan aku membencimu, bukan aku marah padamu, bukan aku
tak ingin berteman denganmu
Aku hanya ingin menjalani hariku dengan tenang
Tanpa diusik oleh bayangmu dan kekasihmu
Dan akhirnya aku sampai pada sebuah pilihan
Mencintaimu tak harus memilikimu
Dan jika tidak bisa memilikimu maka aku harus melupakanmu
Dan pergi darimu adalah caraku melupakanmu.

Jakarta, 20 Agustus 2017
By : L.A.
Ig : @trianamartasari

Monday, August 21, 2017

Untukmu Ibu

Terima kasih telah menjadi Ibu terhebat di dunia.
Terima kasih untuk semua cinta yang tanpa cela.
Terima kasih untuk semua perjuangan dan kesabaran.
Maaf jika aku belum sempurna.
Maaf jika aku jarang pulang.
Maaf jika aku masih membuatmu menitikkan air mata.
Sungguh Ibu,
Tidak ada hal yang lebih menyakitkan selain melihatmu menangis.
Tidak ada hal yang lebih membahagiakan selain melihatmu tertawa.
Kau adalah surgaku.
Kau adalah duniaku.
Tanpamu aku bukan apa - apa.
Tanpamu aku tak sempurna.
Aku merindukanmu Ibu.
Merindukan hangat pelukmu.
Merindukan lezatnya masakanmu.
Merindukan semua yang ada dalam dirimu.
Satu hal yang perlu kau tahu,
Cintaku padamu tak lekang oleh waktu
Seperti cintamu padaku.

Jakarta, 20 Agustus 2017
By : L.A.
Ig : @trianamartasari

Thursday, August 3, 2017

Dusta

Bahkan ketika aku tahu semua katamu hanyalah dusta,
aku masih menginginkanmu
Kadang aku merasa malu karena masih mengharapkanmu
Aku berusaha menepis semua rasa untukmu
Meskipun terasa pilu tapi aku tak boleh tertipu lagi olehmu
Jadi kukuatkan hati melangkah berlalu darimu.

By: L.A.
Jakarta, 1 Agustus 2017

Diam

Diamku bukan karena aku tak lagi mencintaimu
Diamku bukan karena aku tak lagi merindukanmu
Diamku bukan karena aku tak lagi menginginkanmu

Aku hanya tak ingin terlalu mengumbar kata itu
Aku hanya tak ingin melulu bicara tentang rindu
Aku hanya tak ingin orang lain tahu tentang perasaanku

Bagiku cukuplah aku dan kamu yang tahu
Bagiku cukuplah Tuhan yang menjadi saksi cintaku

Bahwa dalam diamku aku selalu mencintaimu lewat do'a - do'aku.

By : L.A.
Jakarta, 30 Juli 2017

Terlalu Lelah

Aku sudah terlalu lelah
Berjalan mengikuti langkahmu yang semakin jauh
Aku sudah terlalu lelah
Menunggumu menoleh kepadaku
Aku sudah terlalu lelah
Berharap pada kepastian yang tak tentu
Aku sudah terlalu lelah
Memikirkan dan merindukanmu
Aku sudah terlalu lelah
Menyimpan segenggam hati untukmu

By : L.A.
Jakarta, 29 Juli 2017

Ketika yang Aku Tulis Hanya Tentang Dirimu

Entah sudah berapa lama waktu berlalu
Aku masih setia menulis tentangmu
Tentang bahagia bersamamu
Pun tentang perih yang kau beri untukku
Entah sudah berapa lama aku menghabiskan malamku
Merindukanmu dan merindukanmu selalu
Mungkin orang yang melihatnya akan jenuh
Namun tidak demikian bagiku
Entah sudah berapa lama aku membuang waktuku
Hanya untuk mengenangmu
Sebuah kenangan yang terlalu pilu
Yang belum juga bisa aku buang jauh

By: L. A. 

Jakarta, 3 Agustus 2017