Telah kubuang jauh bayangmu setelah kau memilih untuk tak lagi bersamaku.
Aku menguatkan hati untuk terus melangkah meski kau tak lagi menemani.
Malam yang aku terbiasa denganmu kini aku lalui tanpa dirimu.
Pagiku menyapa tanpa lembut suaramu.
Kamu telah pergi, meninggalkan semua luka dan impian tentang cinta.
Di sini aku berdiri terpaku sendiri dan merana.
Berharap bahwa candamu yang dulu masih ada.
Menggenggam erat semua rindu dan harapan yang dulu pernah terajut indah.
Aku mencintaimu, tanpa cela dalam sadar dan tidakku.
Mengaharapmu dan terus memimpikanmu.
Air mata ini terus mengalir hingga aku tak tahu sudah berapa banyak telaga yang tercipta.
Hari demi hari berlalu tapi rasa ini masih utuh.
Inginku berkata baik - baik saja, namun itu dusta.
Meski telah kutemukan pengganti namun hati ini masih sama.
Hati ini masih berteriak memanggilmu yang telah lama pergi.
Merutuk diri karena rindu ini masih ada.
Jakarta, 22 Agustus 2017
By : L.A.
Ig : @trianamartasari
Aku menguatkan hati untuk terus melangkah meski kau tak lagi menemani.
Malam yang aku terbiasa denganmu kini aku lalui tanpa dirimu.
Pagiku menyapa tanpa lembut suaramu.
Kamu telah pergi, meninggalkan semua luka dan impian tentang cinta.
Di sini aku berdiri terpaku sendiri dan merana.
Berharap bahwa candamu yang dulu masih ada.
Menggenggam erat semua rindu dan harapan yang dulu pernah terajut indah.
Aku mencintaimu, tanpa cela dalam sadar dan tidakku.
Mengaharapmu dan terus memimpikanmu.
Air mata ini terus mengalir hingga aku tak tahu sudah berapa banyak telaga yang tercipta.
Hari demi hari berlalu tapi rasa ini masih utuh.
Inginku berkata baik - baik saja, namun itu dusta.
Meski telah kutemukan pengganti namun hati ini masih sama.
Hati ini masih berteriak memanggilmu yang telah lama pergi.
Merutuk diri karena rindu ini masih ada.
Jakarta, 22 Agustus 2017
By : L.A.
Ig : @trianamartasari
No comments:
Post a Comment