Wednesday, September 27, 2017

Hujan Pagi

Aku selalu menyukai hujan
Bau harum tanah basah selalu menyenangkan
Suara tetes air yang menghantam atap rumah menciptakan melodi indah
Dan terkadang suara katak yang bersaut-sautan membuat suasana semakin ramai
Seperti pagi ini
Hujan dengan lebatnya mengguyur jalanan ibukota
Mungkin banyak orang yang kesal karena harus berangkat kerja namun harus menerjang hujan
Tapi aku menikmatinya
Tak mengapa sedikit basah bagiku
Karena aku percaya hujan selalu datang bersama semua berkah dan harapan bagiku.
.
.
Jakarta, 27 September 2017
By : Trianamarta

Tuesday, September 19, 2017

Pernah

Kita pernah memiliki rindu yang sama
Kita pernah memiliki tawa yang sama
Kita pernah saling berbagi rasa yang sama
Kita pernah berjalan menyusuri senja bersama
Kita pernah saling memeluk luka di hati kita
Kita pernah memiliki impian-impian tentang masa depan
Sebelum kita menjadi asing
Sebelum kita menjadi hanya aku dan hanya kamu
Sebelum kita saling menorehkan luka
Sebelum kita mengubur semua impian-impian
Sebelum kita berjalan sendiri-sendiri
Sebelum kita menitikkan air mata penyesalan
Kita pernah melakukan semua hal yang namanya indah
.
.
.
Trianamarta / Jakarta, 19 September 2017

Thursday, September 14, 2017

Selepas Kau Pergi

Ada banyak hal yang aku renungi selepas kepergianmu
Benarkah ini yang kau inginkan?
Tidak adakah jalan lain?
Tidak bisakah kau tinggal dan memilih aku?

Pertanyaan-pertanyaan yang sudah ada jawabnya
Namun, aku tetap mempertanyakannya
Hanya ingin mencari kepastian akan patah hati yang sedang aku alami
Berharap semua hanyalah mimpi

Ternyata aku salah
Semakin banyak pertanyaan yang aku timbun di pikiranku
Semakin sakitlah batin dan jiwaku
Kepergianmu menimbulkan luka yang begitu dalam

Selepas kau pergi
Aku menjalani hari-hariku seperti mayat hidup
Makan hanya untuk dimuntahkan kembali
Tidur hanya untuk terbangun dan menangis lagi

Seolah-olah itu hal biasa
Tanganku memang tidak menyakiti ragaku
Tapi jiwaku sakit
Imanku goyah hanya karena kepergianmu

Aku merasa jadi orang paling menderita karena cinta
Aku merasa jadi orang paling merana sedunia
Aku menyalahkan diriku, dirimu dan juga dirinya yang merebut semua kebahagiaan
Bahkan aku sempat ingin menyalahkan Tuhanku yang sudah teramat baik memelukku dalam ketidakberdayaanku

Butuh beberapa waktu bagiku untuk menerima kenyataan bahwa kau benar-benar pergi
Perlahan aku belajar bangkit dari patah hati
Aku kumpulkan kepingan-kepingan hati yang menyatukannya lagi
Aku menerima uluran tangan-NYA berjalan menuju keikhlasan

Sampai akhirnya aku bisa melanjutkan hidupku dengan normal lagi
Meskipun masih ada rasa nyeri setiap kali memikirkanmu
Tapi sakit itu akan terobati
Untukmu yang telah memberi rasa sakit ini

Aku ucapkan terima kasih...


Triana Martasari
Gambir, 14 September 2017

Monday, September 11, 2017

Memeluk Kenangan

Aku masih mengingat dengan jelas semua candamu
Seolah baru kemarin kamu menemaniku di sini
Namun sekarang, kamu terasa begitu jauh
Jarak yang bisa ditempuh dengan singkat nyatanya begitu jauh

Aku ingin memeluk semua ingatan tentangmu
Ingatan manis, ingatan pahit, ingatan bahagia dan ingatan menyedihkan
Aku ingin memeluk semuanya
Bukan memisahkannya menjadi benang-benang yang beraneka warna

Bagiku kamu tetaplah kamu
Orang yang pernah paling berarti dalam hidupku
Juga orang yang paling menyakitiku
Kamu adalah sebuah cerita yang tak akan pernah selesai aku tulis

Ketika kamu lebih memilih dia
Hari itu vonismu telah kamu jatuhkan padaku
Hari itu, kamu hanyalah sebuah kenangan
Kenangan yang akan selalu aku peluk di sudut hatiku

Jakarta, 11 September 2017
@trianamartasari

Wednesday, September 6, 2017

Masihkah Kau Ingat Sayang?

Selamat pagi An,
Sapa lembutmu setiap pagi
Seperti mentari kamu tak pernah ingkar memberi kehangatan
Namun, semenjak kau pergi 
Aku tak lagi menyukai pagi
Aku tak lagi menanti rona jingga di ufuk timur mengikis bulir - bulir embun yang tersisa di rerumputan
Masihkah kau ingat sayang?
Saat - saat bahagia yang kita lalui bersama
Meski terpisah jarak namun hati selalu dekat
Aku bisa mendengar suaramu kapanpun aku mau
Masihkah kau ingat sayang?
Rayu manjamu di setiap malam mengantarku dalam lelap
Terlalu banyak hal manis yang kau berikan
Hingga kehilanganmu begitu menyesakkan
Apakah sekarang kamu bahagia dengannya?
Aku harap begitu
Karena jika kamu tak bahagia, di sini akan ada hati yang semakin terluka
Jakarta, 6 September 2017
Oleh : Triana Martasari
IG : @trianamartasari

Tuesday, September 5, 2017

Ada Rindu, Ada Cinta

Ada rindu di matamu
Berbinar - binar saat menatapku
Ada cinta di dadamu
Berdegup kencang saat menggenggam tanganku
Sederhana saja
Tapi ini yang dinamakan rindu
Secukupnya saja
Tapi ini yang dinamakan cinta

By : Triana Martasari
Jakarta, 5 September 2017
IG : @trianamartasari 

Sepenggal Kisah

Jemariku bergerak lincah di atas tuts keyboard
Mataku tajam menatap layar
Baris demi baris kalimat aku tulis di sana
Sepenggal kisah tentang kita
Kisah yang teramat singkat
Namun mengakar begitu kuat
Menancap begitu dalam
Aku larut dalam kenangan
Pikiranku melayang penuh imaji
Menuliskan tentang rasa yang pernah ada
Sebentuk cinta
Segenggam rindu
Seonggok luka
Semua tentang rasa ada di setiap kata
Kamu adalah sosok yang tak akan pernah aku peluk lagi
Terlepas begitu saja dari genggaman
Meninggalkan goresan luka
Meninggalkan cinta yang belum usai
Dan rindu yang belum tuntas
Ada sepenggal kisah yang kau lewatkan ketika kau pergi
Sepenggal kisah yang akan tetap abadi
Diam bersama sunyi

Jakarta, 5 September 2017
Oleh : Leeana
IG : @trianamartasari

Monday, September 4, 2017

Senja yang Aku Rindukan

Kamu tahu senja bukan?
Ketika matahari tenggelam di barat kaki langit meninggalkan rona jingga yang indah
Kamu tahu, kenapa aku selalu ingin berbicara denganmu ketika senja datang?
Karena aku ingin kita memandang senja yang sama
Saat itu aku berpikir, tak mengapa jarak membenatang di antara kita selama kita berada di bawah langit yang sama dan berpijak di bumi yang sama
Kita bisa menikmati senja yang sangat aku suka atau mengagumi fajar yang kau puja, bersama
Aku selalu menantikan datangnya senja
Seperti aku yang selalu menantikan kehadiranmu
Tahukah kamu?
Kamu itu seperti senja yang selalu aku rindukan
Hangat, itulah kamu
Mungkin kamu tidak pernah tahu dan menganggap itu hal biasa
Tidak apa, tak perlu kau tahu seberapa besar arti hadirmu di hidupku
Tak perlu kau tahu seberapa dalam aku pernah mencintaimu
Itu sudah berlalu
Mungkin aku sekarang hanyalah sebuah nama tak berarti di hidupmu
Tak mengapa
Aku tidak butuh pengakuanmu
Karena bagiku
Cukuplah kamu menjadi senja yang selalu aku rindukan

Jakarta, 3 September 2017
By : Leeana
IG : @trianamartasari

Tentang Kekecewaan, Tentang Kesakitan, Tentang Rindu

Maaf jika yang aku tulis tentang kesakitan,
tentang kekecewaan,
tentang rindu yang tak tersampaikan,
tentang cinta yang masih besar terpendam.

Maaf jika aku tak pandai menunjukkan cintaku dengan baik
selain lewat tulisan - tulisan
dan bait - bait do'a setiap malam.

Maaf jika aku tidak akan meminta maaf
karena mencintaimu.



Jakarta, 3 September 2017
By : L.A.
IG : @trianamartasari