Ada banyak hal yang aku renungi selepas kepergianmu
Benarkah ini yang kau inginkan?
Tidak adakah jalan lain?
Tidak bisakah kau tinggal dan memilih aku?
Pertanyaan-pertanyaan yang sudah ada jawabnya
Namun, aku tetap mempertanyakannya
Hanya ingin mencari kepastian akan patah hati yang sedang aku alami
Berharap semua hanyalah mimpi
Ternyata aku salah
Semakin banyak pertanyaan yang aku timbun di pikiranku
Semakin sakitlah batin dan jiwaku
Kepergianmu menimbulkan luka yang begitu dalam
Selepas kau pergi
Aku menjalani hari-hariku seperti mayat hidup
Makan hanya untuk dimuntahkan kembali
Tidur hanya untuk terbangun dan menangis lagi
Seolah-olah itu hal biasa
Tanganku memang tidak menyakiti ragaku
Tapi jiwaku sakit
Imanku goyah hanya karena kepergianmu
Aku merasa jadi orang paling menderita karena cinta
Aku merasa jadi orang paling merana sedunia
Aku menyalahkan diriku, dirimu dan juga dirinya yang merebut semua kebahagiaan
Bahkan aku sempat ingin menyalahkan Tuhanku yang sudah teramat baik memelukku dalam ketidakberdayaanku
Butuh beberapa waktu bagiku untuk menerima kenyataan bahwa kau benar-benar pergi
Perlahan aku belajar bangkit dari patah hati
Aku kumpulkan kepingan-kepingan hati yang menyatukannya lagi
Aku menerima uluran tangan-NYA berjalan menuju keikhlasan
Sampai akhirnya aku bisa melanjutkan hidupku dengan normal lagi
Meskipun masih ada rasa nyeri setiap kali memikirkanmu
Tapi sakit itu akan terobati
Untukmu yang telah memberi rasa sakit ini
Aku ucapkan terima kasih...
Triana Martasari
Gambir, 14 September 2017
Benarkah ini yang kau inginkan?
Tidak adakah jalan lain?
Tidak bisakah kau tinggal dan memilih aku?
Pertanyaan-pertanyaan yang sudah ada jawabnya
Namun, aku tetap mempertanyakannya
Hanya ingin mencari kepastian akan patah hati yang sedang aku alami
Berharap semua hanyalah mimpi
Ternyata aku salah
Semakin banyak pertanyaan yang aku timbun di pikiranku
Semakin sakitlah batin dan jiwaku
Kepergianmu menimbulkan luka yang begitu dalam
Selepas kau pergi
Aku menjalani hari-hariku seperti mayat hidup
Makan hanya untuk dimuntahkan kembali
Tidur hanya untuk terbangun dan menangis lagi
Seolah-olah itu hal biasa
Tanganku memang tidak menyakiti ragaku
Tapi jiwaku sakit
Imanku goyah hanya karena kepergianmu
Aku merasa jadi orang paling menderita karena cinta
Aku merasa jadi orang paling merana sedunia
Aku menyalahkan diriku, dirimu dan juga dirinya yang merebut semua kebahagiaan
Bahkan aku sempat ingin menyalahkan Tuhanku yang sudah teramat baik memelukku dalam ketidakberdayaanku
Butuh beberapa waktu bagiku untuk menerima kenyataan bahwa kau benar-benar pergi
Perlahan aku belajar bangkit dari patah hati
Aku kumpulkan kepingan-kepingan hati yang menyatukannya lagi
Aku menerima uluran tangan-NYA berjalan menuju keikhlasan
Sampai akhirnya aku bisa melanjutkan hidupku dengan normal lagi
Meskipun masih ada rasa nyeri setiap kali memikirkanmu
Tapi sakit itu akan terobati
Untukmu yang telah memberi rasa sakit ini
Aku ucapkan terima kasih...
Triana Martasari
Gambir, 14 September 2017
No comments:
Post a Comment