Thursday, September 14, 2017

Selepas Kau Pergi

Ada banyak hal yang aku renungi selepas kepergianmu
Benarkah ini yang kau inginkan?
Tidak adakah jalan lain?
Tidak bisakah kau tinggal dan memilih aku?

Pertanyaan-pertanyaan yang sudah ada jawabnya
Namun, aku tetap mempertanyakannya
Hanya ingin mencari kepastian akan patah hati yang sedang aku alami
Berharap semua hanyalah mimpi

Ternyata aku salah
Semakin banyak pertanyaan yang aku timbun di pikiranku
Semakin sakitlah batin dan jiwaku
Kepergianmu menimbulkan luka yang begitu dalam

Selepas kau pergi
Aku menjalani hari-hariku seperti mayat hidup
Makan hanya untuk dimuntahkan kembali
Tidur hanya untuk terbangun dan menangis lagi

Seolah-olah itu hal biasa
Tanganku memang tidak menyakiti ragaku
Tapi jiwaku sakit
Imanku goyah hanya karena kepergianmu

Aku merasa jadi orang paling menderita karena cinta
Aku merasa jadi orang paling merana sedunia
Aku menyalahkan diriku, dirimu dan juga dirinya yang merebut semua kebahagiaan
Bahkan aku sempat ingin menyalahkan Tuhanku yang sudah teramat baik memelukku dalam ketidakberdayaanku

Butuh beberapa waktu bagiku untuk menerima kenyataan bahwa kau benar-benar pergi
Perlahan aku belajar bangkit dari patah hati
Aku kumpulkan kepingan-kepingan hati yang menyatukannya lagi
Aku menerima uluran tangan-NYA berjalan menuju keikhlasan

Sampai akhirnya aku bisa melanjutkan hidupku dengan normal lagi
Meskipun masih ada rasa nyeri setiap kali memikirkanmu
Tapi sakit itu akan terobati
Untukmu yang telah memberi rasa sakit ini

Aku ucapkan terima kasih...


Triana Martasari
Gambir, 14 September 2017

No comments:

Post a Comment