Sunday, December 10, 2017

Friday, December 8, 2017

Without You

You asked me to come to your wedding
What do you think I’ll answer your question?
Are you really expect me to come and give my blessing?
Don’t kid me
I’m not an angel
You hurt me so much and then you asked something that I’ve never be able to give to you
I may forgive you 
But I’ll never forget it 
it’s not that I still loving you 
You have no room in my heart anymore 
I just don’t want to involve with you anymore 
You can do whatever you want 
And I’ll live my life on my own 
Without you

By: Ana

Diammu Lukaku

Jika diammu adalah caramu mencintaiku
Kau salah
Jika diammu adalah caramu melepaskanku
Kaupun salah
Kau tahu?
Aku terluka dengan caramu itu
Kau tahu?
Aku terluka dengan diammu
Karena aku tak tahu isi hatimu jika kau bisu
Karena aku tak tahu apa inginmu jika kau begitu
Bicara padaku
Jangan hanya diam
Jika kau memang mencintaiku
Katakan padaku
Namun jika kau ingin melepaskanku
Jelaskan padaku
Agar aku tahu
Agar akupun bisa menjauh
Karena diammu adalah lukaku

Jakarta, 7 November 2017 | Triana Martasari

Bukan Cinta yang Salah

Sekali lagi bukan cinta yang salah
Tapi kita yang terlalu angkuh menyampaikan resah
Sekali lagi bukan cinta yang salah
Tapi kita yang terlalu larut dengan dia yang pernah singgah
Sekali lagi bukan cinta yang salah
Tapi keadaan yang membuat kita berpisah
Sekali lagi bukan cinta yang salah
Tapi hati kita yang belum sanggup untuk pindah
Jakarta, 8 November 2017 | Triana Martasari

Kita

Suatu hari nanti, akan kutulis tentang kita. Mengenai perjalanan hati yang akhirnya saling menemukan.
Suatu hari nanti, akan kubukukan kisah kita. Tentang semua rasa dan liku hubungan kita.
Percayalah, hanya kau yang selalu aku rindukan.
Percayalah, bahwa tak ada yang lebih Indah selain kata kita.
Percayalah, aku mencintaimu selamanya.
Jakarta, 11 November 2017 | Triana Martasari

Book Review (Not A Perfect Wedding by Asri Tahir)

Bagaimana perasaanmu ketika menemukan lelaki yang kau cintai dan akan menikah dengan lelaki itu, namun takdir berkata lain. Raina dan Raka saling jatuh cinta dan akan menikah, namun sehari sebelum pernikahan, Raka terlibat dalam kecelakaan beruntun di jalan tol. Raka meninggal ketika sedang menjalani operasi.
Pram sangat terpukul dengan kepergian adik tercintanya. Sebelum Raka meninggal, dia meminta Pram untuk menjaga Raina, menikahi gadis yang sangat dicintainya. Demi sebuah janji, akhirnya Pram setuju menikah dengan Raina. Arman dan Pasha kedua kakak kandung Raina yang menyaksikan detik-detik terakhir Raka berusaha menyimpan kejadian ini dari Raina. Kedua keluarga sepakat tutup mulut tentang meninggalnya Raka.
Keesokan harinya Raina yang merasa jadi orang paling bahagia di dunia ini karena akan menikah dengan kekasih hatinya tiba-tiba saja menjadi perempuan paling malang karena harus menghadapi kenyataan bahwa Raka telah meninggal dan lelaki yang mengucap ijab kabul di depan penghulu, yang telah sah menjadi suaminya adalah Pram, kakak kandung Raka. Dunia Raina terasa berhenti. Hidup tanpa Raka adalah neraka baginya. Sedangkan Pram, kepergian adiknya adalah pukulan terbesar dalam hidupnya. Pram bahkan rela menukar nyawanya hanya untuk Raka hidup kembali. Namun, takdir telah memilih. Mau tidak mau Pram harus menjalani kehidupan pernikahannya dengan Raina. Menjadi suami yang bertanggungjawab dan menyayangi serta menjaga Raina seumur hidupnya. Seperti janji yang telah dia ikrarkan kepada Raka dan Tuhannya.
Bagaimanakah kehidupan Raina dan Pram setelah menikah? Mampukah mereka saling menerima sebagai suami istri? Akankah Raina mencintai Pram dan melupakan Raka?
Baca kisahnya di novel “Not A Perfect Wedding” by Asri Tahir.
Jakarta, 13 November 2017
Review by : Triana Martasari

Putri Hujan dan Raja Senja

“Halo Putri” terdengar suara lelaki menyapa membuat gadis itu terlonjak. Di depannya telah berdiri seorang lelaki yang berusia sepuluh tahun lebih tua darinya. Lelaki itu menjulang tinggi, dengan manik mata cokelat tua dan tatapan setajam elang namun berkesan hangat. Rahangnya kuat dan bibirnya terlihat seksi dan manis ketika tersenyum. Gadis itu masih terpana pada sosok lelaki di hadapannya. Kulitnya kecoklatan seperti terbakar matahari. Otot lengannya tampak menonjol di balik kemeja putih yang lengannya dia gulung sampai ke siku. Lelaki itu tampak tersenyum simpul melihat gadis di hadapannya memperhatikan dirinya dengan seksama seolah tak ingin ada yang terlewatkan.
Sadar telah bertindak bodoh, gadis itu lantas memalingkan wajah. Lelaki itu duduk di sebelahnya.
“Apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanya lelaki itu lagi.
“Melihat hujan” gadis itu menunjuk rintik hujan yang tak kunjung reda membuat jalanan becek karena tergenang air yang gagal masuk gorong-gorong karena tersumbat sampah.
“Ah, kamu selalu suka hujan. Tidak pernah berubah.” Dia tersenyum. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing.
“Kak Raja masih suka senja?” tanya Putri tiba-tiba.
“Tidak lagi.” Jawab Raja pendek.
“Kenapa? Bukankah kakak selalu menyukai senja. Dulu sewaktu kita kecil kakak selalu mengajakku melihat senja ketika pulang mengaji.” Putri tampak heran dengan jawaban Raja.
“Orang bisa berubah bukan?” Raja tersenyum dan mengacak rambut gadis di sampingnya pelan. Putri menggerutu karena kebiasaan Raja yang satu itu tidak pernah berubah sejak dulu.
“Minggu depan kamu ulang tahun. Mau kakak kasih kado apa?” tanya Raja memecah kesunyian. Putri menggelengkan kepalanya, matanya masih asik menyaksikan hujan yang turun semakin deras. Kilat-kilat petir tampak sesekali membuat suasana di sekitar mereka terang benderang. Langit masih gelap dengam awan yang bergulung. Sepertinya hujan masih akan lama turun.
“Kamu gak mau kado?” Raja mengeryit heran.
“Yap” Putri mengangguk mantap.
“Nggak nyesel, ini ulang tahun ke tujuh belas loh sekaligus kamu lulus SMA. Tidak setiap hari loh kamu tujuh belas tahun.” Raja mencoba mengubah pikiran Putri.
“Kalo gitu kadonya diganti aja boleh ga?” tanya Putri tampak antusias.
“Mau diganti apa?” Raja tampak penasaran.
“Aku mau satu hari itu Kak Raja nurutin semua keinginanku.”
“Semua? Tanpa terkecuali?”
Putri mengangguk pasti.
“Yah, kalo gitu gak enak di kakak dong” Raja mengeluh.
“Gimana sih katanya ini aku gak berumur tujuh belas tahun setiap hari.” Putri tampak merajuk.
“Iya deh iya, jangan ngambek dong” dengan berat hati Raja mengiayakan demi melihat gadis itu tersenyum.
“Janji?” Mata Putri tampak berbinar, senyum lebar menghiasi bibirnya. Jari kelingkingnya terulur.
“Hahaha iya.” Raja tergelak melihat tingkah gadis itu yang manja. Mereka pun melakukan janji kelingking.
Hari ulang tahun ke tujuh belas Putri.
Setelah acara syukuran kecil dengan keluarga selesai. Putri dan Raja tampak menikmati waktu sore di teras di samping rumah. Udara terasa segar sisa diguyur hujan. Senjapun tampak lebih indah dari biasanya. Warna jingganya tidak semeroba biasanya namun lebih hangat dan indah. Mungkin awan gelap yang telah menyingkir membuat senja tampah lebih berkilau.
“Indah ya kak.” Putri menatap senja dengan takjub. Meskipun dia sangat menyukai hujan namun baginya senja tidak pernah mengecewakan. Raja hanya tersenyum. Matanya juga tampak terpukau menatap senja yang begitu elok.
“Sekarang aku mau nagih janji kak Raja.”
“Boleh” Raja mengangguk.
“Aku mau kakak cerita sama aku. Kenapa kakak tidak menyukai senja lagi?” tanya Putri penasaran.
“Put, harus ya kakak jawab pertanyaan putri. Yang aja deh pasti kakak kasih ke kamu.” Pinta Raja memelas.
“Enggak, aku mau kakak jujur” Putri bersikeras. Raja tampak ragu-ragu lantas menghembuskan nafas pasrah. Putri masih menunggu lelaki itu bercerita. Lima menit berlalu, Raja masih bisu. Putri merasa kesal, diapun beranjak pergi namun Raja menahan langkahnya. Tangannya menggenggam erat tangan gadis tujuh belas tahun itu.
“Kakak akan cerita, kamu duduk ya.” Gadis itu urung merajuk dan kembali duduk. Raja tidak melepaskan tangan putri dari genggamannya.
“Dua tahun yang lalu, ketika kakak tengah menikmati senja setelah menghabiskan hari dengan berselancar hati kakak patah.” Gadis itu mendengar cerita Raja dalam diam.
“Gadis kecil yang selalu kakak cintai dan lindungi ternyata telah tumbuh menjadi seorang remaja yang cantik dan ceria. Laksana bunga mawar yang mekar, banyak kumbang yang mengerumuninya. Meski bagi mereka dia seperti mawar namun bagiku dia seperti bunga matahari. Selamanya dia akan menjadi senja kakak.” Raja menarik nafas panjang dan mengeluarkannya. Perasaannya campur aduk.
“Usiaku dan dia terentang sangat jauh. Ketika dia menginjak usia ABG, kakak sadar kalau dunia kami berdua sangat berbeda. Dunia kakak berada adalah dunia yang menuntut kakak akan arti sebuah tanggung jawab. Tidak sepantasnya kakak menggantungkan impian kakak pada gadis itu. Dia berhak bahagia dengan remaja seusianya.”
“Lambat laun, kami semakin jauh seolah ada jarak tak kasat mata yang membentang di antara kami. Kakak sadar kalau kakak tidak bisa terus begini. Pada akhirnya kakak memilih pergi. Bukan kakak tidak menyukai bunga matahari kakak. Bukan kakak mencampakkan senja. Kakak hanya ingin menikmati dan menjaganya dari jauh. Karena senja hanya akan indah jika dilihat dari jauh.” Raja mengakhiri ceritanya. Matanya sendu menatap gadis yang duduk di sampingnya itu. Tangannya masih menggenggam erat jemari Putri.
“Siapa gadis yang beruntung itu kak?” tanya Putri dengan suara bergetar. Dia merasa bahwa gadis yang dimaksud oleh Raja adalah dia namun tidak mau banyak berharap. Selama ini dia selalu memendam perasaannya.
“Gadis itu selalu memandang hujan dengan takjub seolah hujan adalah sebuah fenomena paling indah yang pernah terjadi di dunia ini. Gadis itu kamu Putri.” Raja mengakui perasaannya yang selama ini terpendam.
Putri tampak terpana mendengar pengakuan lelaki yang diam-diam sangat dia cintai. Hatinya bersorak namun dia tertunduk malu tidak tahu harus bicara apa.
“Put” Raja memanggil lembut nama gadis itu. Tangannya menyentuh dagu Putri memaksa memandang matanya. Putri mendongak, ada rona merah di pipinya.
“Apa ini mimpi?” tanyanya polos. Raja tersenyum dan menggeleng.
“Kakak tahu kenapa aku suka hujan?” tanya Putri kemudian. Raja menggeleng karena dia memang tidak pernah tahu apa alasan gadis itu menyukai hujan.
“Karena kita dipertemukan ketika hujan sedang turun dengan derasnya. Sepuluh tahun yang lalu, saat aku bingung karena tidak punya payung sedangkan Ibu tidak kunjung menjemput. Kakak mendekatiku dan mengantar aku pulang ke rumah dengan selamat. Ternyata kakak adalah tetangga baru di sebelah rumah. Sejak itu aku selalu menyukai hujan. Karena hujan mengingatkan aku pada kakak.” Putri mengakhiri ceritanya. Wajahnya benar-benar merah padam bahkan lebih merah dari senja yang merona.
Raja sangat bahagia mendengar pengakuan Putri. Rupanya cinta yang selama ini dia coba sembunyikan tidak bertepuk sebelah tangan. Sepuluh tahun rentang umur tidak menjadi penghalang cinta mereka. Raja memeluk erat dan mencium kening Putri dengan lembut.
“Happy sweet seventeen Gadis senjaku. I love you.” Raja mengucap cinta dengan tulus.
“I love you too my rain.” bisik Putri bahagia dalam dekapan Raja.
“Kamu benar-benar merona seperti senja.” Raja tertawa lebar membuat wajah Putri semakin memerah seperti senja sore itu.
Tamat

Karya : Ana (Keluarga Mediaberkarya)

Seribu Senja

Sejak kecil aku selalu suka senja. Cahayanya yang temaram membuatku nyaman. Terkadang aku iri pada senja, meski hanya datang sekejap saja, tapi mampu menorehkan banyak rasa. 
Senja selalu tenang, tidak terusik dengan kehadiran malam yang perlahan datang menggantikannya. Ataupun ketika siang masih enggan berlalu dari tempatnya. Senja selalu sabar menanti siang pergi. Senja selalu setia menunggu malam datang menjemput.
Senja selalu mengingatkanku akan rumah, membuatku rindu untuk pulang. Dulu aku selalu menikmati senja di tepi pantai. Sekarang aku menikmati senja yang perlahan turun ke peraduan di balik gedung-gedung bertingkat. Tetap saja indah karena senja tak pernah berubah.

Jakarta, 8 Desember 2017
-Ana-

Monday, October 9, 2017

Pengumuman

Halo-halo,

Yang pernah baca cerita "Story of Kenda" (judul sementara) di blog ini. Mohon maaf ya, postingan sebelumnya saya hapus. Karena sedang dalam penyelesaian naskah. Terima kasih sudah menjadi pembaca setia blog saya.

Salam hangat,

Trianamarta 

Sunday, October 1, 2017

Mendung

Sore ini langit tiba-tiba berubah gelap
Mendung hitam datang bergulung-gulung menutup cahaya mentari sore
Aku yang tengah bersiap menanti sore yang merona jingga mendesah kecewa
Jauh di langit sana, suara petir sudah bersahutan
Sepertinya akan hujan deras disertai petir
Aku selalu menyukai hujan
Dan aku juga sangat menyukai senja
Tapi entah kenapa hatiku sedikit galau jika senja tertutup oleh mendung dan berganti dengan hujan
Mungkin aku hanya suka hujannya saja
Bukan mendung dan petirnya

Jakarta, 1 Oktober 2017 | triana martasari

Akhirnya Aku Menemukanmu

Akhirnya aku menemukanmu
Belahan jiwa yang selama ini aku tunggu
Seseorang yang selalu aku sebut dalam do'aku
Yang tidak aku tau namanya namun selalu kurindu
Akhirnya aku menemukanmu
Di antara canda dan tangis sendu
Datang memelukku dengan sebuah harapan baru
Seperti langit yang membiru
Akhirnya aku menemukanmu
Menumbuhkan lagi cinta dan rindu
Meski sembilu pernah menyayat kalbu
Namun kali ini akan kutempuh jalan berbunga bersamamu
.
.
Jakarta, 1 Oktober 2017 | trianamartasari

Wednesday, September 27, 2017

Hujan Pagi

Aku selalu menyukai hujan
Bau harum tanah basah selalu menyenangkan
Suara tetes air yang menghantam atap rumah menciptakan melodi indah
Dan terkadang suara katak yang bersaut-sautan membuat suasana semakin ramai
Seperti pagi ini
Hujan dengan lebatnya mengguyur jalanan ibukota
Mungkin banyak orang yang kesal karena harus berangkat kerja namun harus menerjang hujan
Tapi aku menikmatinya
Tak mengapa sedikit basah bagiku
Karena aku percaya hujan selalu datang bersama semua berkah dan harapan bagiku.
.
.
Jakarta, 27 September 2017
By : Trianamarta

Tuesday, September 19, 2017

Pernah

Kita pernah memiliki rindu yang sama
Kita pernah memiliki tawa yang sama
Kita pernah saling berbagi rasa yang sama
Kita pernah berjalan menyusuri senja bersama
Kita pernah saling memeluk luka di hati kita
Kita pernah memiliki impian-impian tentang masa depan
Sebelum kita menjadi asing
Sebelum kita menjadi hanya aku dan hanya kamu
Sebelum kita saling menorehkan luka
Sebelum kita mengubur semua impian-impian
Sebelum kita berjalan sendiri-sendiri
Sebelum kita menitikkan air mata penyesalan
Kita pernah melakukan semua hal yang namanya indah
.
.
.
Trianamarta / Jakarta, 19 September 2017

Thursday, September 14, 2017

Selepas Kau Pergi

Ada banyak hal yang aku renungi selepas kepergianmu
Benarkah ini yang kau inginkan?
Tidak adakah jalan lain?
Tidak bisakah kau tinggal dan memilih aku?

Pertanyaan-pertanyaan yang sudah ada jawabnya
Namun, aku tetap mempertanyakannya
Hanya ingin mencari kepastian akan patah hati yang sedang aku alami
Berharap semua hanyalah mimpi

Ternyata aku salah
Semakin banyak pertanyaan yang aku timbun di pikiranku
Semakin sakitlah batin dan jiwaku
Kepergianmu menimbulkan luka yang begitu dalam

Selepas kau pergi
Aku menjalani hari-hariku seperti mayat hidup
Makan hanya untuk dimuntahkan kembali
Tidur hanya untuk terbangun dan menangis lagi

Seolah-olah itu hal biasa
Tanganku memang tidak menyakiti ragaku
Tapi jiwaku sakit
Imanku goyah hanya karena kepergianmu

Aku merasa jadi orang paling menderita karena cinta
Aku merasa jadi orang paling merana sedunia
Aku menyalahkan diriku, dirimu dan juga dirinya yang merebut semua kebahagiaan
Bahkan aku sempat ingin menyalahkan Tuhanku yang sudah teramat baik memelukku dalam ketidakberdayaanku

Butuh beberapa waktu bagiku untuk menerima kenyataan bahwa kau benar-benar pergi
Perlahan aku belajar bangkit dari patah hati
Aku kumpulkan kepingan-kepingan hati yang menyatukannya lagi
Aku menerima uluran tangan-NYA berjalan menuju keikhlasan

Sampai akhirnya aku bisa melanjutkan hidupku dengan normal lagi
Meskipun masih ada rasa nyeri setiap kali memikirkanmu
Tapi sakit itu akan terobati
Untukmu yang telah memberi rasa sakit ini

Aku ucapkan terima kasih...


Triana Martasari
Gambir, 14 September 2017

Monday, September 11, 2017

Memeluk Kenangan

Aku masih mengingat dengan jelas semua candamu
Seolah baru kemarin kamu menemaniku di sini
Namun sekarang, kamu terasa begitu jauh
Jarak yang bisa ditempuh dengan singkat nyatanya begitu jauh

Aku ingin memeluk semua ingatan tentangmu
Ingatan manis, ingatan pahit, ingatan bahagia dan ingatan menyedihkan
Aku ingin memeluk semuanya
Bukan memisahkannya menjadi benang-benang yang beraneka warna

Bagiku kamu tetaplah kamu
Orang yang pernah paling berarti dalam hidupku
Juga orang yang paling menyakitiku
Kamu adalah sebuah cerita yang tak akan pernah selesai aku tulis

Ketika kamu lebih memilih dia
Hari itu vonismu telah kamu jatuhkan padaku
Hari itu, kamu hanyalah sebuah kenangan
Kenangan yang akan selalu aku peluk di sudut hatiku

Jakarta, 11 September 2017
@trianamartasari

Wednesday, September 6, 2017

Masihkah Kau Ingat Sayang?

Selamat pagi An,
Sapa lembutmu setiap pagi
Seperti mentari kamu tak pernah ingkar memberi kehangatan
Namun, semenjak kau pergi 
Aku tak lagi menyukai pagi
Aku tak lagi menanti rona jingga di ufuk timur mengikis bulir - bulir embun yang tersisa di rerumputan
Masihkah kau ingat sayang?
Saat - saat bahagia yang kita lalui bersama
Meski terpisah jarak namun hati selalu dekat
Aku bisa mendengar suaramu kapanpun aku mau
Masihkah kau ingat sayang?
Rayu manjamu di setiap malam mengantarku dalam lelap
Terlalu banyak hal manis yang kau berikan
Hingga kehilanganmu begitu menyesakkan
Apakah sekarang kamu bahagia dengannya?
Aku harap begitu
Karena jika kamu tak bahagia, di sini akan ada hati yang semakin terluka
Jakarta, 6 September 2017
Oleh : Triana Martasari
IG : @trianamartasari

Tuesday, September 5, 2017

Ada Rindu, Ada Cinta

Ada rindu di matamu
Berbinar - binar saat menatapku
Ada cinta di dadamu
Berdegup kencang saat menggenggam tanganku
Sederhana saja
Tapi ini yang dinamakan rindu
Secukupnya saja
Tapi ini yang dinamakan cinta

By : Triana Martasari
Jakarta, 5 September 2017
IG : @trianamartasari 

Sepenggal Kisah

Jemariku bergerak lincah di atas tuts keyboard
Mataku tajam menatap layar
Baris demi baris kalimat aku tulis di sana
Sepenggal kisah tentang kita
Kisah yang teramat singkat
Namun mengakar begitu kuat
Menancap begitu dalam
Aku larut dalam kenangan
Pikiranku melayang penuh imaji
Menuliskan tentang rasa yang pernah ada
Sebentuk cinta
Segenggam rindu
Seonggok luka
Semua tentang rasa ada di setiap kata
Kamu adalah sosok yang tak akan pernah aku peluk lagi
Terlepas begitu saja dari genggaman
Meninggalkan goresan luka
Meninggalkan cinta yang belum usai
Dan rindu yang belum tuntas
Ada sepenggal kisah yang kau lewatkan ketika kau pergi
Sepenggal kisah yang akan tetap abadi
Diam bersama sunyi

Jakarta, 5 September 2017
Oleh : Leeana
IG : @trianamartasari

Monday, September 4, 2017

Senja yang Aku Rindukan

Kamu tahu senja bukan?
Ketika matahari tenggelam di barat kaki langit meninggalkan rona jingga yang indah
Kamu tahu, kenapa aku selalu ingin berbicara denganmu ketika senja datang?
Karena aku ingin kita memandang senja yang sama
Saat itu aku berpikir, tak mengapa jarak membenatang di antara kita selama kita berada di bawah langit yang sama dan berpijak di bumi yang sama
Kita bisa menikmati senja yang sangat aku suka atau mengagumi fajar yang kau puja, bersama
Aku selalu menantikan datangnya senja
Seperti aku yang selalu menantikan kehadiranmu
Tahukah kamu?
Kamu itu seperti senja yang selalu aku rindukan
Hangat, itulah kamu
Mungkin kamu tidak pernah tahu dan menganggap itu hal biasa
Tidak apa, tak perlu kau tahu seberapa besar arti hadirmu di hidupku
Tak perlu kau tahu seberapa dalam aku pernah mencintaimu
Itu sudah berlalu
Mungkin aku sekarang hanyalah sebuah nama tak berarti di hidupmu
Tak mengapa
Aku tidak butuh pengakuanmu
Karena bagiku
Cukuplah kamu menjadi senja yang selalu aku rindukan

Jakarta, 3 September 2017
By : Leeana
IG : @trianamartasari

Tentang Kekecewaan, Tentang Kesakitan, Tentang Rindu

Maaf jika yang aku tulis tentang kesakitan,
tentang kekecewaan,
tentang rindu yang tak tersampaikan,
tentang cinta yang masih besar terpendam.

Maaf jika aku tak pandai menunjukkan cintaku dengan baik
selain lewat tulisan - tulisan
dan bait - bait do'a setiap malam.

Maaf jika aku tidak akan meminta maaf
karena mencintaimu.



Jakarta, 3 September 2017
By : L.A.
IG : @trianamartasari

Thursday, August 31, 2017

Tentang Kehilangan, Tentang Kenangan

Ada sepotong hati yang hilang 
ketika kau pergi
Ada setumpuk rindu yang membeku
Ketika kau berlalu
Menyisakan ruang kosong
bernama kenangan
Yang semakin lama semakin pudar 
Hilang bersama hembus angin
yang membawa pergi dirimu dan namamu
Jakarta, 31 Agustus 2017
IG : @trianamartasari

Wednesday, August 30, 2017

Apa Kabar Luka?

Ternyata perih itu masih ada.
Aku berpikir jika luka itu telah kering, tapi ternyata aku salah.
Luka itu masih basah dan terasa perih.
Lebih dari seribu jam telah aku lewati tanpamu, tak mendengar suaramu atau canda tawamu.
Kukira aku sudah baik - baik saja, ternyata tidak.
Mendengar kabar tentangmu membuatku sakit, tak mendengarpun membuatku kalut.
Tuhan, akan kubawa kemana perasaan ini.
Nyatanya hati ini masih mencintainya dengan begitu dalam.
Meskipun cinta ini berujung luka tapi kenyataan yang ada tak bisa aku pungkiri.
Cintaku padamu masih sangat besar seperti dulu.
Mungkin benar apa kata orang.
Ketika mencintai telah membuat kita buta, bahkan perihnya luka pun akan terasa nikmat.
Hari ini, aku mendengar kabar kau akan menikah dengannya.
Aku tersenyum mendengar kabar itu.
Seolah biasa saja, ikut bahagia.
Tapi mereka tidak tahu.
Di sini, di jantung ini ada luka yang berdarah dan menganga lebar.
Aku menahan air mataku agar tak jatuh.
Karena aku telah berjanji untuk bahagia setelah melepaskanmu.
Memang, aku telah melepaskanmu ke pelukannya.
Tapi hatiku belum merelakannya.
Aku masih terbelenggu oleh kenangan dan masa lalu.
Waktu yang kita lewati bersama dulu memang hanya sebentar.
Bagimu, aku mungkin hanyalah persinggahan sementara pelepas dahaga.
Bukan tempatmu berlabuh.
Tapi tidak begitu bagiku.
Aku pernah menaruh harapan akan cintamu.
Salah memang, tapi hati ini tak mau mendengar seruan pikiranku.
Dia berjalan sendiri dan akhirnya jatuh ke lubang yang gelap.
Aku kira aku sudah berhasil keluar dari lubang itu.
Ternyata aku malah jatuh semakin dalam terhisap oleh pusaran perasaan yang tak pernah hilang.
Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan?
Haruskah aku memohon untuk cintamu agar kembali padaku.
Ataukah aku harus merelakan kepergianmu sesulit apapun itu.
Tolong bantu aku.
Aku sudah menemukan jawabannya.
Tapi terasa sulit bagiku untuk menerimanya.
Hati ini terus tersayat dan kembali terluka.

By : L.A.
Jakarta, 30 Agustus 2017
Teruntuk dirimu yang telah mencapkan cinta begitu dalam di hatiku.
IG : @trianamartasari

Tuesday, August 22, 2017

Rindu Itu Masih Ada

Telah kubuang jauh bayangmu setelah kau memilih untuk tak lagi bersamaku.
Aku menguatkan hati untuk terus melangkah meski kau tak lagi menemani.
Malam yang aku terbiasa denganmu kini aku lalui tanpa dirimu.
Pagiku menyapa tanpa lembut suaramu.

Kamu telah pergi, meninggalkan semua luka dan impian tentang cinta.
Di sini aku berdiri terpaku sendiri dan merana.
Berharap bahwa candamu yang dulu masih ada.
Menggenggam erat semua rindu dan harapan yang dulu pernah terajut indah.

Aku mencintaimu, tanpa cela dalam sadar dan tidakku.
Mengaharapmu dan terus memimpikanmu.
Air mata ini terus mengalir hingga aku tak tahu sudah berapa banyak telaga yang tercipta.
Hari demi hari berlalu tapi rasa ini masih utuh.

Inginku berkata baik - baik saja, namun itu dusta.
Meski telah kutemukan pengganti namun hati ini masih sama.
Hati ini masih berteriak memanggilmu yang telah lama pergi.
Merutuk diri karena rindu ini masih ada.

Jakarta, 22 Agustus 2017
By : L.A.
Ig : @trianamartasari

Tentang Mencintai dan Memiliki

Mencintaimu adalah pilihan hatiku
Dan memilikimu adalah hal yang paling aku damba
Dua hal yang berbeda tapi sama - sama mengusikku
Ketika aku jatuh cinta tentu saja hal yang paling aku inginkan adalah
kau mencintaiku
Kemudian memilikimu adalah hal yang lain
Egois
Memang, cintaku egois
Aku bukan orang dengan hati emas yang ikut bahagia melihat kau bahagia
Nyatanya aku sakit melihat kau bersama orang lain
Meskipun cintaku tidak menawarkan keabadian tapi
cintaku bisa menawarkan kesetiaan
Lalu kamu memilih keabadian dan mencampakkan kesetiaan
Ada banyak hal yang ingin aku perjuangan meskipun kau telah memilih
Aku tidak menyerah kalah
Tapi hati dan tubuh ini lelah
Lelah menunggumu, lelah memperjuangkan cinta yang tak mungkin kumiliki
Aku terlalu sakit berada di posisi ketiga,
bertahan atas nama persahabatan
Dengan berat aku putuskan untuk mundur
Bukan aku membencimu, bukan aku marah padamu, bukan aku
tak ingin berteman denganmu
Aku hanya ingin menjalani hariku dengan tenang
Tanpa diusik oleh bayangmu dan kekasihmu
Dan akhirnya aku sampai pada sebuah pilihan
Mencintaimu tak harus memilikimu
Dan jika tidak bisa memilikimu maka aku harus melupakanmu
Dan pergi darimu adalah caraku melupakanmu.

Jakarta, 20 Agustus 2017
By : L.A.
Ig : @trianamartasari

Monday, August 21, 2017

Untukmu Ibu

Terima kasih telah menjadi Ibu terhebat di dunia.
Terima kasih untuk semua cinta yang tanpa cela.
Terima kasih untuk semua perjuangan dan kesabaran.
Maaf jika aku belum sempurna.
Maaf jika aku jarang pulang.
Maaf jika aku masih membuatmu menitikkan air mata.
Sungguh Ibu,
Tidak ada hal yang lebih menyakitkan selain melihatmu menangis.
Tidak ada hal yang lebih membahagiakan selain melihatmu tertawa.
Kau adalah surgaku.
Kau adalah duniaku.
Tanpamu aku bukan apa - apa.
Tanpamu aku tak sempurna.
Aku merindukanmu Ibu.
Merindukan hangat pelukmu.
Merindukan lezatnya masakanmu.
Merindukan semua yang ada dalam dirimu.
Satu hal yang perlu kau tahu,
Cintaku padamu tak lekang oleh waktu
Seperti cintamu padaku.

Jakarta, 20 Agustus 2017
By : L.A.
Ig : @trianamartasari

Thursday, August 3, 2017

Dusta

Bahkan ketika aku tahu semua katamu hanyalah dusta,
aku masih menginginkanmu
Kadang aku merasa malu karena masih mengharapkanmu
Aku berusaha menepis semua rasa untukmu
Meskipun terasa pilu tapi aku tak boleh tertipu lagi olehmu
Jadi kukuatkan hati melangkah berlalu darimu.

By: L.A.
Jakarta, 1 Agustus 2017

Diam

Diamku bukan karena aku tak lagi mencintaimu
Diamku bukan karena aku tak lagi merindukanmu
Diamku bukan karena aku tak lagi menginginkanmu

Aku hanya tak ingin terlalu mengumbar kata itu
Aku hanya tak ingin melulu bicara tentang rindu
Aku hanya tak ingin orang lain tahu tentang perasaanku

Bagiku cukuplah aku dan kamu yang tahu
Bagiku cukuplah Tuhan yang menjadi saksi cintaku

Bahwa dalam diamku aku selalu mencintaimu lewat do'a - do'aku.

By : L.A.
Jakarta, 30 Juli 2017

Terlalu Lelah

Aku sudah terlalu lelah
Berjalan mengikuti langkahmu yang semakin jauh
Aku sudah terlalu lelah
Menunggumu menoleh kepadaku
Aku sudah terlalu lelah
Berharap pada kepastian yang tak tentu
Aku sudah terlalu lelah
Memikirkan dan merindukanmu
Aku sudah terlalu lelah
Menyimpan segenggam hati untukmu

By : L.A.
Jakarta, 29 Juli 2017

Ketika yang Aku Tulis Hanya Tentang Dirimu

Entah sudah berapa lama waktu berlalu
Aku masih setia menulis tentangmu
Tentang bahagia bersamamu
Pun tentang perih yang kau beri untukku
Entah sudah berapa lama aku menghabiskan malamku
Merindukanmu dan merindukanmu selalu
Mungkin orang yang melihatnya akan jenuh
Namun tidak demikian bagiku
Entah sudah berapa lama aku membuang waktuku
Hanya untuk mengenangmu
Sebuah kenangan yang terlalu pilu
Yang belum juga bisa aku buang jauh

By: L. A. 

Jakarta, 3 Agustus 2017

Friday, July 28, 2017

Waktu

Aku sedang belajar berdamai dengan waktu
Seperti aku berdamai dengan hatiku
Aku tidak ingin menyalahkan waktu yang telah mempertemukanku denganmu
Seperti aku tidak ingin menyalahkan hatiku yang telah jatuh cinta padamu

Aku tidak ingin menyalahkan waktu yang pada akhirnya memisahkan aku darimu
Seperti aku tidak ingin menyalahkan hatiku yang masih selalu merindumu
Karena waktu yang telah berlalu tidak akan pernah datang lagi
Menemuiku, sepertimu.

By : L.A.
Jakarta, 28 Juli 2017
Ig: @trianamartasari

Tak apa

Tak apa kau melupakanku jika mengingatku membuatmu terluka
Tak apa kau meninggalkanku jika bersamaku membuatmu tak bahagia
Karena mencintaimu tak harus selalu bersama
Karena merindukanmu tak perlu kau ada
Tak apa, pergilah mengejar kebahagiaan
Tak apa, pergilah bersama dia yang menjadi pilihan..

By: L. A.
Jakarta,  28 Juli 2017

Wednesday, July 26, 2017

Never Know

I never know what's you've been trough.
I never know what's kind of life you've been lived until now.
I never know your strugling, your problems, never know.
What I ever do is blaming you for what you're doing for me.
What I ever do is judging you for the path you choose.
What I ever do is cursing you for your bad attitude.
I am sorry, I really am.
I am sorry for not understanding you.
I am sorry for not besides you when you needed me the most.
I am sorry for being egoist.
I am sorry if my love for you only make you suffer more.
Because I never know...

By: L.A.
Jakarta, 26 July 2017

Tuesday, July 25, 2017

Senja

Ketika jingga membentang indah melukis langit

Ketika burung - burung berarak pulang sambil bernyanyi

Ketika sinar mentari terasa hangat menutup hari

Ketika sekali lagi aku memandang mentari dan menggenggam namamu di hati

By: L.A (https://duniagadissenja.tumblr.com/)
Jakarta, 25 Juli 2017

#duniagadissenja

Monday, July 24, 2017

Malam

Malam..
Gelapmu menyimpan kebisuan
Gelapmu menyimpan kerinduan
Gelapmu menyimpan kenangan

Malam..
Dinginmu mengaburkan angan
Dinginmu mengaburkan impian
Dinginmu mengaburkan harapan

By: L. A.
Jakarta, Malam, 24 Juli 2017

Thursday, July 20, 2017

Sebulan Setelah Kau Pergi

Sebulan setelah kau pergi, aku menemukan tawaku lagi, aku bisa berjalan dengan tegap bahkan berlari.
Sebulan setelah kau pergi, aku mempunyai alasan untuk tak terus menangisi, aku sanggup memandangmu tanpa harus membenci.
Sebulan setelah kau pergi, aku mampu mengikhlaskan semua sakit hati, aku mulai mengejar mimpi - mimpi.
Sebulan setelah kau pergi, aku berani untuk membuka hati, aku menunggu kekasih sejati yang akan membawaku ke surga yang abadi.


By: L. A.
Jakarta, 20 Juli 2017

Monday, July 17, 2017

Aku Tahu...

Aku tahu bahwa perhatian yang kau beri hanyalah sebuah perhatian tidak berarti apapun..
Aku tahu bahwa kisahku mungkin tidak akan seindah kisah novel yang happy ending..
Aku tahu bahwa sebenarnya aku yang salah mengartikan bukan kamu yang memberi harapan..
Aku tahu bahwa menangispun tidak akan membuatmu jatuh hati padaku..
Aku tahu bahwa perasaan ini hanyalah sebuah angan palsu yang membiru di relung kalbu..
Aku tahu bahwa kau tak bersalah tapi akulah yang bermasalah..
Aku tahu bahwa memberikan hatiku padamu adalah sebuah hal yang keliru..
Aku tahu bahwa sekali lagi aku terjebak dalam sebuah imaji..
Aku tahu bahwa hadirmu hanyalah bayang semu..
Aku tahu..

By: L.A.
Jakarta, 5 April 2017

Ajari aku

Ajari aku sabar..
Sabar menunggu kabarmu..

Ajari aku ikhlas..
Ikhlas menanti cintamu..

Ajari aku..

By : L.A.

Terima Kasih

Terima kasih atas pagi-Mu yang begitu indah
Terima kasih atas cahaya-Mu yang begitu terang
Terima kasih atas kasih-Mu yang tiada tara
Terima kasih atas cinta-Mu yang membuatku lengkap
Terima kasih atas peluk-Mu yang membuatku aman
Terima kasih atas kebaikan-Mu yang begitu besar

Terima kasih Ya Allah

By: L.A.

Berpisah

Semakin hari aku semakin merasa semakin jauh darimu
Ternyata jarak yang ada di antara kita tak hanya memisahkan raga
Namun telah memisahkan hati
Bahkan sebait do'a tak mampu membunuh rasa rindu
Dan seuntai kata sayang tak lagi mendebarkan
Yang tertinggal hanya sepi
Karena kita sudah terpisah terlalu jauh
Bertahan untuk bersama terasa menyakitkan
Jadi kuputuskan untuk pergi
Maaf jika jarak yang jauh menjadi alasanku
Tapi sungguh aku tak mampu bertahan
Karena itu hanya menyiksa diri

By: L.A.

Sendiri

Sendiri kadang lebih baik
jika berdua tapi sudah tak saling cinta
entah hati ada di mana.
Karena kesepian bukan karena kita sendirian
tapi karena sudah tak ada lagi sayang.

By: L.A.

Hujan

Kadang aku berharap hujan turun dengan lebatnya
agar aku bisa menyembunyikan tetesan air mata
yang mengalir lebih deras dari hujan.

By: L.A.

Jarak Tak Pernah Berdusta

Jarak telah menjadi musuh kita
Meski terucap kata sayang dan do'a
Nyatanya jarak tak pernah berdusta
Dan akhirnya jarak yang jauh memisahkan kita

By: L.A.
Jakarta, 10 Juli 2017

Tulang Rusuk

Aku pernah bermimpi menjadi bagian dari dirimu
Aku pernah berharap menjadi tulang rusukmu yang akan melengkapimu
Aku pernah berdo'a agar aku menjadi bagian dari setiap helaan nafasmu dan detakan jantungmu

Tapi itu telah berlalu
Semua hanya mimpi
Semua hanyalah angan yang tak akan pernah terwujud
Yang telah berlalu dan tak akan pernah kembali

Ternyata aku bukanlah tulang rusukmu yang hilang
Aku bukanlah orang yang akan menyempurnakan hidupmu
Aku bukanlah orang yang akan berbagi mimpi - mimpi denganmu
Bukan aku


Jakarta, 16 Juli 2017
By: L.A.

Tuesday, July 11, 2017

Jauh itu Sesak

Aku mencintaimu
Tapi kau begitu jauh untuk kugapai
Kau begitu jauh untuk kurengkuh
Meskipun hanya di dalam mimpi

Aku merindukanmu
Namun hanya bisa menyimpannya di sanubari
Karena aku terlalu pengecut
Hingga itu sangat menyiksa diri

Jauh, kau sangat jauh
Hanya sebait do'a terselip setiap pagi
Untukmu yang begitu sulit kupeluk
Memendam rasa dengan keikhlasan hati


By: L.A
Jakarta, 11 Juli 2017 (jam 6 pagi)

Aku, Kamu dan Jarak yang Ada di Antara Kita

Jarak telah membawamu jauh dan semakin jauh dariku
Dulu kita yakin meski kita jauh tapi hati kita satu
Tapi nyatanya setiap kata rindu tak lagi menyatu
Dan semakin lama tanpa kita sadari, hati kita pun semakin menjauh

Tak ada lagi rasa percaya
Meskipun dulu selalu terselip do'a
Ah, aku sangat lelah
Jarak yang jauh membuat segalanya hampa

Aku ingin bertahan mencintaimu
Mencintai sabarmu
Tapi, sekali lagi jarak membelenggu
Hingga akhirnya kuputuskan untuk menjauh

Aku menjauhimu karena aku mencintaimu
Tak ingin semakin melukaimu
Aku pergi demi kebahagiaanku dan kamu
Untuk sembuhkan lukaku dan lukamu


By: L.A
Jakarta, @kamar kos, 10 Juli 2017

Jauh

Kau yang dulu dekat,
sekarang terasa sangat jauh..
Kau yang dulu kukenal,
sekarang terasa sangat asing..
Apa ini hanya perasaaanku?
Ataukah memang seperti ini?

By: L.A
Jakarta, kamar kos, 10 Juli 2017

Wednesday, July 5, 2017

Jika Itu Caramu

Terus menerus menyakitiku mungkin itu caramu agar aku cepat melupakanmu..
Tak mengapa, aku tidak akan membencimu..
Tak mengapa, karena hati ini sudah tidak berdarah lagi setiap kau goreskan luka baru..
Tak mengapa, karena raga ini telah lelah menghadapimu..
Pergilah, jika itu maumu..

By: L.A.
Jakarta, 4 Juli 2017

Apa Kabar?

Hai, apa kabar?
Diri ini ingin bertanya
Tapi bibir diam membisu
Menyimpan sejuta rindu dalam hati yang membiru

Hari ini aku menatap sang fajar
Berharap kau pun sedang menatapnya
Sembari menyelipkan do'a menyebut namamu
Meminta Tuhan mengirimkan rinduku

Ketika sore datang
Senja membawa angin tanpa kabar
Sekali lagi senja hanya berujung penantian

Ah, aku sangat merindukanmu
Namun aku tahu
Bahwa rindumu bukan untukku
Hanya rintihan sendu

Di malam yang membeku
Aku memandang kelamnya langit setelah sujudku
Dan untuk kesekian kalinya kukirimkan rinduku
Pada langit dan bintang agar menyampaikannya padamu
Bahwa aku merindumu..


By: L.A
Jakarta, 5 Juli 2017

Wednesday, June 14, 2017

Jangan Lukai Aku Lagi

Sungguh, aku tak mengharap belas kasihmu atas cintaku
Karena cintaku tak butuh belas kasih
Ketika kau meminta untuk tetap tinggal atas nama persahabatan
Kau harus tau aku terluka
Tapi kau tak salah, tak pernah salah karena mencintainya
Akupun begitu, cintaku tak pernah salah karena memilihmu
Aku tidak akan berteriak mencari keadilan
Karena cintaku tidak lemah
Mungkin setiap hari aku masih akan menangis
Mungkin setiap hari aku masih akan merindukanmu
Mungkin setiap hari aku masih ingin bertemu atau sekedar mendengar suaramu
Tapi sungguh hati ini tidak ingin belas kasihmu
Aku coba ikhlas meski susah
Aku coba tabah meski berat
Tapi sungguh, aku ingin ikhlas melepasmu
Aku tak ingin mengganggumu dengannya yang jadi pilihan hatimu
Hanya satu hal pintaku
Tolong jaga hatiku
Jangan kau sakiti lagi
Karena aku tak tau apakah aku masih bisa bertahan jika terluka lagi


By: L.A
Jakarta, 14 Juni 2017

For You

Untukmu yang telah membuatku jatuh begitu dalam
Sungguh aku tak pernah merencanakan untuk jatuh padamu
Mencintaimu adalah hal yang tak pernah aku bayangkan
Kebaikanmu, kesederhanaanmu telah mengetuk hatiku
Aku yang tidak berencana untuk jatuh cinta setelah terluka
Untukmu yang pernah aku harapkan menjadi calon Imamku
Yang aku do'akan dalam setiap tarikan nafasku
Pernahkah kau bahagia dengan kehadiranku?


By: L.A.

Jakarta, 14 Juni 2017

Kau Tlah Pergi

Pagi ini aku membuka mata dan menyadari kalau kau tlah pergi
Aku belajar menyapa mentari tanpamu
Aku belajar menyambut senja pun tanpamu
Dan aku belajar mengarungi malamku tanpa dirimu
Sulit, sedih dan tak biasa
Tapi ini kenyataan yang harus aku jalani
Karena sekarang kau tlah pergi dan memilih untuk tak pernah kembali



By: L.A.
Jakarta, 14 Juni 2017

Aku Hanya Perempuan Biasa

Ternyata aku hanya perempuan biasa
Yang belum bisa ikhlas melepasmu
Ternyata aku hanya perempuan biasa
Yang belum bisa tegar melihatmu bersamanya
Ternyata aku hanya perempuan biasa
Yang masih sering menangis manahan rindu di dada
Ternyata aku hanya perempuan biasa


By: L.A
Jakarta, 14 Juni 2017

Tuesday, June 6, 2017

Akhir Kisah Kita

Inikah akhir kisah kita?
Ternyata cinta yang kita miliki tak mampu melawan jarak

Inikah akhir kisah kita?
Ternyata sekedar menanyakan kabar tak mampu mengalahkan kesepian

Inikah akhir kisah kita?
Ternyata kesetiaan tak mampu menahan kerinduan

Inikah akhir kisah kita?
Kau pergi dan aku di sini hanya menatap hampa

Friday, June 2, 2017

Gadis Senja

Senja,,
Aku sangat menyukai senja,
Entah kenapa senja yang misterius selalu membuatku tenggelam bersama warnanya.

Aku menyukai senja,
Yang meskipun hanya sebentar telah memberikan kenangan yang indah pada siang sebelum berganti dengan kelamnya malam.
Aku menyukai senja,
Senja yang tidak egois memberi cahaya nya yang hanya sedikit dan semakin pudar pada semesta yang hendak ke peraduan.

Aku menyukai senja,
Senja yang mengingatkanku pada kenangan manis akan masa kecilku.
Ya, aku seorang gadis senja..

By: L.A.

Jakarta, 22 Mei 2017

Thank You

Terima kasih untuk hadirmu yang telah mengobati lukaku
Terima kasih untuk hadirmu yang telah mengembalikan tawaku
Terima kasih untuk hadirmu yang telah menghangatkan kalbuku
Terima kasih untuk hadirmu yang telah menghadirkan rinduku
Terima kasih untuk hadirmu yang telah menenangkanku
Terima kasih untuk hadirmu yang telah menumbuhkan cinta di hatiku


By: L.A.

Too Much

Ah..
Aku terlalu merindukanmu
Hingga hujan yang turun tak mampu menenangkan..

Aku terlalu merindukanmu
Hingga denting jarum jam terasa memekakkan telinga..

Aku yang terlalu merindukanmu..

By: L.A.

Thursday, June 1, 2017

Jangan Hapus Aku dari Takdirmu

Aku tak pernah tahu seperti apa takdirku..
Aku hanya berusaha menjalani takdirku dengan tersenyum..
Tapi ternyata tidak segampang itu..
Ada takdir yang membuatku menangis pilu..
Pun ada takdir yang membuatku sepi merindu..
Tapi tak sedikit takdir yang membuatku tertawa mengingatmu..

Kau adalah bagian dari takdirku..
Perkenalanku dengamu tidak lepas dari tangan takdir..
Pertemuanku denganmu pun hanya mengikuti kata hati yang akhirnya menjadi takdirku dengamu..
Bahkan ketika hati ini mencintaimu, aku percaya bahwa ini adalah bagian dari takdirku..
Takdir yang membawamu padaku..
Takdir pula yang akan menjauhkanmu dariku..

Sekuat apapun aku melawan jika kau ingin pergi, aku tak mampu menahan..
Karena itu takdir yang telah digariskan..
Yang aku harap, meskipun aku tak ada di hatimu tapi jangan hapus aku dari hidupmu, dari takdirmu..
Jangan pernah melupakan karena itu menyakitkan..

Aku berusaha ikhlas melepasmu jika kau memang tidak ditakdirkan untukku..
Aku hanya seorang perempuan yang berusaha mencintai dalam ikhlas..
Aku hanya seorang perempuan yang merindu dalam diam..
Aku hanya seorang perempuan yang mengharapmu lewat do'a..

Terima kasih untuk waktumu..
Terima kasih karena telah menjadi bagian penting dari perjalanan hidupku..
Terima kasih karena pernah menjadi seseorang yang mengembalikan senyum dan mengobati luka hatiku..

Jika kau tak memiliki perasaan yang sama denganku tetaplah menjadi dirimu yang dulu..
Tak perlu menjauhiku karena itu memang tak perlu..
Tak perlu meminta maaf padaku karena cintaku tidak semenyedihkan itu..
Hanya katakan dengan jujur padaku kalau kamu memang tidak pernah mencintaiku..

Dan aku hanya perlu menerima, bahwa aku mencintaimu tapi kamu tidak mencintaiku..

Tapi jika kamu mencintaiku tolong beri pengertian padaku..
Agar hati ini tak lelah menunggu, agar hati ini tak risau menanti..
Selebihnya kita hanya perlu ikhlas menjalani tanpa ada orang yang tahu..
Karena Allah dengan kemurahan-NYA akan memberikan kebahagiaan itu..


By: L.A.

Wednesday, May 31, 2017

Kau Berubah

Hai lelaki fajar kau berubah,
Aku tak lagi mendengarmu menyapa pagiku..
Aku tak lagi mendengarmu menanyakan kabarku..
Aku tak lagi mendengarmu mengantarkanku ke tidur lelapku..

Aku bertanya..

Apa kau mulai bosan padaku?
Apa kau mulai jenuh denganku?
Apa menyapa dan mendengar kabarku sudah tak penting lagi bagimu?

Tapi,,

Pertanyaan - pertanyaan itu hanya ada di anganku..

Karena..

Aku terlalu pengecut untuk menemuimu..
Hanya tersimpan rapat di hati yang merindumu..

By: L.A.

It's Okay....

Call me stupid..
It's okay,
If being stupid makes you loving me..

Call me crazy..
It's okay,
If being crazy makes you missing me..

Call me annoying..
It's okay,
If being annoying makes you stay besides me..

By: L.A.

Rindu..

Rindu..
Rasa ini menyusup melalui relung - relung hati

Rindu..
Rasa ini mengusik tajamnya pikir

Rindu..
Rasa ini melekat kuat pada sendi - sendi

Rindu..
Rasa ini mengalir bersama darah di nadi

Rindu..
Adalah nama rasa ini

By: L.A.

Kecewa

Kecewa,
yang menakutkan adalah kecewa yang dipendam oleh dirinya sendiri..

Tidak ada yang tahu..
Tidak pun ditunjukkan pada siapapun..

Cukup dia dan hatinya yang tahu,
bahwa dia terluka, bahwa dia kecewa..

By: L.A.

Gerimis

Malam ini gerimis merintik
Membasahi tiap jengkal tanah yang gersang..

Malam ini gerimis merintik
Memberi kesejukan pada malam..

Malam ini gerimis merintik
Mengalun bersama ayat - ayat kalam..

Malam ini gerimis merintik
Menyaksikan aku di sini dalam rindu yang mencekam..

By : L.A.

Tentang Kita

Ini bukan hanya tentang kamu
Tapi ini juga tentang aku
Tentang kita..

Kita,,
Sebuah kata yang terjalin ketika aku dan kamu menjadi satu..

Kita,,
Sebuah simbol ketika aku bertemu dengan kamu..

Kita,,
Sebuah hal indah ketika aku memilikimu dan kamu memiliku..

Kita,,
Sebuah ikatan yang hanya ada jika aku untukmu dan kamu untukku
Selamanya..


By : L.A.

Lelaki Fajar

Hai kau lelaki fajar..
Apa kabarmu?
Masihkah kau senang menikmati fajar dari ketinggian?

Hai kau lelaki fajar..
Tahukah kamu?
Kalau di bawah sana ada seorang gadis yang memandangimu dan menunggumu

Hai kau lelaki fajar..
Boleh aku meminta?
Lihatlah ke bawah barang sekejap saja agar kau tahu ada untaian do'a yang mengalun menuju langit untukmu

Hai kau lelaki fajar..
Bolehkah aku berharap?
Berharap bahwa aku si penyuka senja bisa menikmati satu warna jingga besamamu

Hai kau lelaki fajar..
Apakah kau dengar?
Bisikan hatiku yang mengucapkan aku merindukanmu, aku cinta padamu


By:  L.A.

Bagaimana Mungkin

Bagaimana mungkin aku bisa terbiasa tanpamu
Jika semua hal yang aku lakukan membuatku teringat padamu

Bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu
Jika kau adalah bagian dari nafasku, aliran darahku, dan detak jantungku

Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkanmu
Jika kau adalah hari kemarinku, hari ini, dan hari esokku

Bagaimana mungkin...


By: L.A.