Sejak kecil aku selalu suka senja. Cahayanya yang temaram membuatku nyaman. Terkadang aku iri pada senja, meski hanya datang sekejap saja, tapi mampu menorehkan banyak rasa.
Senja selalu tenang, tidak terusik dengan kehadiran malam yang perlahan datang menggantikannya. Ataupun ketika siang masih enggan berlalu dari tempatnya. Senja selalu sabar menanti siang pergi. Senja selalu setia menunggu malam datang menjemput.
Senja selalu mengingatkanku akan rumah, membuatku rindu untuk pulang. Dulu aku selalu menikmati senja di tepi pantai. Sekarang aku menikmati senja yang perlahan turun ke peraduan di balik gedung-gedung bertingkat. Tetap saja indah karena senja tak pernah berubah.
Jakarta, 8 Desember 2017
-Ana-
No comments:
Post a Comment